Senin, 16 Juni 2014

Berdiri disebelah mana?

Sejenak kupandang jam dinding kamar,
21.55 WIB ... hmmm brati masih sekitar satu jam lagi, okelah, njenguk blog sebentar,
hari ini Senin tanggal 16 Juni 2014, bukan hari yang istimewa sih,
gag ada yang khusus dan spesial juga,
tapi tangan agak gatel buat ngisi blog yang sudah mulai rayapen ini,

Selain hingar-bingar pildun brazil 2014 yang menurut saya belum mulai meriah sampai tulisan ini diketik (kecuali match Italia vs England), ada sesuatu yang mengganjal di pikiran, yang baiknya ditumpahkan disini,
2014 sudah sampai Juni, bayangkan Juniii... Juni itu kalau belum berubah dan diubah para ahli, merupakan bulan keenam dari 12 bulan pada penanggalan masehi.
Sudah separuh jalan terlewati di 2014 ini, wis ngopo ae cak awaku iki, wis nambah ilmu urip opo, lan wis migunani tumrap liyan durung aku iki?

Sulit membayangkan kala januari itu, apa yang akan terjadi 6 bulan kedepan saat baru memasuki Tahun 2014. Saya sadar banyak agenda disekeliling yang sudah di-planning untuk tahun 2014.
Dengan laga belagu saya pun sedikit tahu kegaduhan seperti apa yang akan terjadi di Tahun 2014, yang satu demi satu lha kok terjadi, tapi yo syukur banyak juga yang gag kedaden.

Tulisan ini bukan aji mumpung dan aji nimbrung ikut mengomentari soal beberapa sexy issue selama 6 bulan ini, hendak hati kegatelan ikut meramaikan, tapi apa daya jari-jemari tak tega apabila ada cibir yang tak terjaga; maka saya daftar saja beberapa pokok pemberitahan yang memenuhi media di kurun waktu 6 bulan terakhir:
  1. Krisis ekonomi dunia yang tak kunjung membaik;
  2. Invasi dan caplokisasi wilayah dan kedaulatan antar negara yang kembali hot;
  3. Analisa kemungkinan soal hilangnya sebuah pesawat;
  4. Pilihan Legislatif yang .... hmmmm..... tak ada matinya;
  5. Munculnya sekte/ kelompok agama baru, yaitu kelompok anti korupsi dan kelompok anti tolak pencitraan;
  6. Antrian Pejabat/Orang Tenar/Pemuka Agama mendaftar jadi artis di KPK;
  7. Pildun yang dibumbui pesakitan megabintang sebelum kompetisi;
  8. Pilihan Presiden, yang  trak tak dung cesss jess....
  9. Mimikri teman-teman dunia nyata dan dunia maya menjadi pakar politik dan pakar bola. (ini pokok pemberitaan yang memenuhi media sosial Tahun 2014 ini, ya memang musimnya pemilu sama piala duni).
Trus, sebenernya saya mau menyambungkan pokok-pokok pemberitaan diatas dengan sebuah ngelmu yang akhir-akhir ini semakin saya geluti dan tekuni.
Ini murni soal pandangan pribadi, tidak mewakili kelompok, golongan, ras, suku atau agama tertentu;
Ilmu yang mau saya sampaikan, yang menurut saya bisa diaplikasikan untuk menentukan sikap, dimana saya harus berpijak, atau dimana saya harus berpihak, atau dimana saya harus berdiri???
adalah Ilmu "Nrimo".
Kalau dijabarkan kembali, ngelmu "Nrimo" ini bisa digunakan untuk memantapkan menentukan pilihan, menyikapi polemik dan huru-hara yang menimpa, menyiasati kegagjelasan dan ketidakgenahan tingkah polah orang disekitar kita, orang dilingkungan kita, orang di instansi kita, orang di kelompok/komunitas kita, pokokmen akeeeh bingitss...

Trus lagi, bagaimana analoginya?

Ya itu,
Itu yang belum bisa saya jelaskan disini, mungkin dipostingan yang lain,
Karena apa, memulai sesuatu yang baik itu sulit, sesuatu yang baik yang saya maksud disini adalah rajin menuliskan sesuatu di blog hehehehe.....

Tapi .. tapi.... alasan utama saya belum bisa melukiskan analogi "Nrimo" dengan beberapa fenomena nyata di sekeliling kita adalah bahwa sudah ada yang memanggil saya saat ini, iya saat mau nutup postingan ini,

Saya sudah dipanggil-panggil teman kost buat bawa konsumsi yang tadi dibeli untuk nobar Germany vs Portugal, saya sih megang Germany, gimana pun saya masih ngarep jadi the next Philip Lahm;

Yawis sakmene sik, bal-balane wis mulai,

Piala Dunia Kali ini saya dukung sepenuhnya Italia, Pirlo Magic memang huuuuuuu Amazing....

Senin, 31 Maret 2014

1936

prolog: Background pendidikan yang saya dapat mungkin membuat saya sering menggunakan angka-angka untuk hal-hal yang seharusnya lebih mudah disampaikan tidak dengan angka. 1936 saya ambil sebagai judul dalam posting pertama di tahun 2014 ini seiring dalam rangka menyambut tahun baru Saka 1936.



Sudah berapa kali Tawur Agung di pelataran candi Prambanan yang saya lewatkan?
Sudah berapa kali catur brata penyepian yang saya lakukan di Jakarta?
Kapan terakhir saya merayakan tahun baru saka bersama keluarga?

Sebagai seorang anak yang masih rindu kehangatan keluarga, pertanyaan-pertanyaan sendu seperti ini sering kembali saya teriakan setiap pelaksanaan hari raya nyepi.

 Tahun Saka 1935 telah berakhir, telah banyak moment spesial yang terjadi, luar biasa, mungkin dua suku kata itu bisa meringkasnya.


Sabtu, 26 Oktober 2013

Lawu Calling

“Hidup adalah soal keberanian,
menghadapi yang tanda tanya,
tanpa kita mengerti,
tanpa kita bisa menawar,
terimalah dan hadapilah" 
-Soe Hok Gie

13-14 Oktober 2013, Liburan Lebaran Haji,
Kami merealisasikan rencana lama untuk naik ke puncak Gunung Lawu, dan kebetulan perjalanan berangkat kami lakukan pada malam hari. -#lawunighttracking

Semua rencana ini timbul setelah pengumuman beasiswa alih jenjang D3 ke S1,
dalam lembar lampiran pengumuman, tercantum nama saya ---nowo berderet dengan dua teman seangkatan, sebut saja mereka ---toni, dan ---wau.

Kami bertiga memutuskan akan naik Gunung Lawu sesudah berada di tempat perkuliahan nanti,
saya dan Wau dijadwalkan sudah memulai perkuliahan di Semarang akhir Agustus 2013,
Toni baru memulai perkuliahan pada akhir September 2013 di Solo.
setelah disesuaikan maka disepakati kami akan berangkat saat cuti bersama lebaran haji 2013.


Kamis, 24 Oktober 2013

Makna Sebuah Titipan

Sering kali aku berkata, ketika orang memuji milikku, bahwa :

sesungguhnya ini hanya titipan,
bahwa mobilku hanya titipan Allah
bahwa rumahku hanya titipan Nya,
bahwa hartaku hanya titipan Nya,
bahwa putraku hanya titipan Nya,

tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya,
mengapa Dia menitipkan padaku?
Untuk apa Dia menitipkan ini pada ku?
Dan kalau bukan milikku,
apa yang harus kulakukan untuk milik Nya ini?

Jumat, 11 Oktober 2013

kereta

selalu ada cerita dalam setiap perjalanan,
kadang saya berpikir inti dari hidup ini adalah bagaimana kita menjalani perjalanan ini untuk sampai ke tujuan akhir,
dan inti dari perjalanan adalah bertemu orang-orang baru, sembari sesekali mengambil nafas panjang untuk sekedar menyarikan yang sudah terjadi,
hidup itu misteri, gag pernah dapat kita menduga apa yang akan terjadi selanjutnya, setelah momen ini.
siapakah yang akan kita temui, apa yang akan kita lakukan, apa yang akan kita terima, semuanya sebenarnya memang sudah digariskan, dibukukan sebelum transaksi kalau istilah akuntansinya, 
lantas mengapa kita masih mencoba? mencoba sesuatu yang "kata orang" sudah ketahuan dimana ujungnya, 
bukannya semuanya toh akan ada kepastiannya?!