Senin, 31 Maret 2014

1936

prolog: Background pendidikan yang saya dapat mungkin membuat saya sering menggunakan angka-angka untuk hal-hal yang seharusnya lebih mudah disampaikan tidak dengan angka. 1936 saya ambil sebagai judul dalam posting pertama di tahun 2014 ini seiring dalam rangka menyambut tahun baru Saka 1936.



Sudah berapa kali Tawur Agung di pelataran candi Prambanan yang saya lewatkan?
Sudah berapa kali catur brata penyepian yang saya lakukan di Jakarta?
Kapan terakhir saya merayakan tahun baru saka bersama keluarga?

Sebagai seorang anak yang masih rindu kehangatan keluarga, pertanyaan-pertanyaan sendu seperti ini sering kembali saya teriakan setiap pelaksanaan hari raya nyepi.

 Tahun Saka 1935 telah berakhir, telah banyak moment spesial yang terjadi, luar biasa, mungkin dua suku kata itu bisa meringkasnya.


Sabtu, 26 Oktober 2013

Lawu Calling

“Hidup adalah soal keberanian,
menghadapi yang tanda tanya,
tanpa kita mengerti,
tanpa kita bisa menawar,
terimalah dan hadapilah" 
-Soe Hok Gie

13-14 Oktober 2013, Liburan Lebaran Haji,
Kami merealisasikan rencana lama untuk naik ke puncak Gunung Lawu, dan kebetulan perjalanan berangkat kami lakukan pada malam hari. -#lawunighttracking

Semua rencana ini timbul setelah pengumuman beasiswa alih jenjang D3 ke S1,
dalam lembar lampiran pengumuman, tercantum nama saya ---nowo berderet dengan dua teman seangkatan, sebut saja mereka ---toni, dan ---wau.

Kami bertiga memutuskan akan naik Gunung Lawu sesudah berada di tempat perkuliahan nanti,
saya dan Wau dijadwalkan sudah memulai perkuliahan di Semarang akhir Agustus 2013,
Toni baru memulai perkuliahan pada akhir September 2013 di Solo.
setelah disesuaikan maka disepakati kami akan berangkat saat cuti bersama lebaran haji 2013.


Kamis, 24 Oktober 2013

Makna Sebuah Titipan

Sering kali aku berkata, ketika orang memuji milikku, bahwa :

sesungguhnya ini hanya titipan,
bahwa mobilku hanya titipan Allah
bahwa rumahku hanya titipan Nya,
bahwa hartaku hanya titipan Nya,
bahwa putraku hanya titipan Nya,

tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya,
mengapa Dia menitipkan padaku?
Untuk apa Dia menitipkan ini pada ku?
Dan kalau bukan milikku,
apa yang harus kulakukan untuk milik Nya ini?

Jumat, 11 Oktober 2013

kereta

selalu ada cerita dalam setiap perjalanan,
kadang saya berpikir inti dari hidup ini adalah bagaimana kita menjalani perjalanan ini untuk sampai ke tujuan akhir,
dan inti dari perjalanan adalah bertemu orang-orang baru, sembari sesekali mengambil nafas panjang untuk sekedar menyarikan yang sudah terjadi,
hidup itu misteri, gag pernah dapat kita menduga apa yang akan terjadi selanjutnya, setelah momen ini.
siapakah yang akan kita temui, apa yang akan kita lakukan, apa yang akan kita terima, semuanya sebenarnya memang sudah digariskan, dibukukan sebelum transaksi kalau istilah akuntansinya, 
lantas mengapa kita masih mencoba? mencoba sesuatu yang "kata orang" sudah ketahuan dimana ujungnya, 
bukannya semuanya toh akan ada kepastiannya?!