Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 Agustus 2011

The Ginger Prince

David Beckham, mantan rekan setim: "Paul (Scholes) adalah salah satu pemain yang selalu dibicarakan orang lain. Bahkan di Real Madrid, para pemain selalu berkata kepada saya 'Seperti apa dia,' Mereka menghormati dia sebagai seorang sepakbola."

Wayne Rooney , penyerang MU: "Dia akan sangat dirindukan. Dia pemain terbaik yang pernah bermain bersama saya. 
Dwight Yorke, mantan rekan setim: "Ketika anda berbicara tentang legenda sebuah pertandingan, dia berada di atas sana. Dua puluh piala sejak tahun 1994, dia terlihat bisa lebih baik dan lebih baik..." 
Pep Guardiola : "Diantara pemain Manchester United, saya akan pilih Paul Scholes. Dia gelandang terbaik di eranya. Saya akan senang bila bisa bermain bersamanya."
Gary Neviile pernah berkata " ... lihatlah performanya di usia seperti ini, jika saya masih bisa tampil layaknya dia, saya berpikir kembali untuk pensiun dalam waktu dekat..."
Jose Mourinho : "Scholes merupakan pemain luar biasa. Bagiku, dengan pengalaman yang ada, Scholes adalah salah satu gelandang terbaik di dunia. Man. United beruntung memilikinya."
Anceloti saat ditanya pendapatnya tentang pemain MU menjawab "... saya tidak pernah tertarik kepada pemain-pemain MU, yaaaah kecuali Scholes..."
"...Scholes tidak gampang memberikan bola kepada pemain lawan. Jika saja ia orang Spanyol ia bakal mendapat pujian lebih...” kata Xavi
Zinedine Zidane: "Lawan terkuatku? Scholes dari Manchester. Dia midfielder yang komplit."
Cesc Fabregas: "Aku ingin selevel dengan Scholes. Dia yang terbaik di Premier League."
Patrick Viera: "Pemain di Premiership yang paling aku hormati?? Scholes."
Thierry Henry: "Aku tidak mengerti kenapa Scholes tidak pernah mendapatkan Player of the Year Award."
Marcello Lippi "Paul Scholes akan menjadi pilihan pertamaku bila memilih tim terbaik. Pemain terpenting United."
Edgar Davids: "Kami (midfielders) mencoba menjadi sebagus dia. Setiap orang bisa belajar dari Paul Scholes."
A Shearer: "Banyak psepakbola yg akan memilih Scholes sbg pemain yg plg dihormati. Pemain yg plg berbakat n konsisten yg prnh kita miliki"
Eidur Gudjohnsen: "Scholes adlh salah satu pemain yg paling komplit yg pernah aku lihat.
Micah Richards, pemain Manchester City: "Dia selalu berada di posisi yang tepat, dia seorang gelandang yang lengkap. Dia pemain favorit saya sepanjang masa, luar biasa.."
Sam Allardyce (ex manager Bolton): "Tidak ada midfielder yang lebih baik darinya di dunia."
Juan Seba Veron (ex Man Utd) saat berseragam Chelsea diwawancara soal pemain terbaik di Inggris: "Scholes."

Ayah/suami/bintang yang rendah hati


Bagi saya dia adalah pemain ter-idola, sampai-sampai nama email yahoo saya saya ambil dari nama scholes (scolesy). di dalam dan di luar lapangan dia adalah panutan nomor satu, kesederhanaan dalam permainan ia terapkan juga di luar lapangan.
Talenta nya yang luar biasa tentu saja bisa semaunya dia tawarkan ke klub lain yang mampu menggajinya lebih dari United, layaknya pemain muda-muda jaman sekarang yang sudah membanderol atau dibanderol dengan harga selangit cuma hanya karena aksi musimannya.
Seorang yang beken tapi tak pernah sok ngartis, bahkan minim komentar, baginya sepakbola adalah di dalam lapangan, setelah itu adalah kehidupan pribadinya dengan keluarganya.
Superstar yang rendah hati, seorang gelandang cerdas. Pemain tangguh dilapangan walau mengidap asma.pengumpan silang tanpa tandingan.
Menurut saya kalau mau mengerti secara simpel arti filosofi Kick and Rush nya Premier League, cukup kita  lihat saja gaya permainan Scholes yang dikelilingi winger-winger cepat, umpan silang jauh yang tepat tanpa harus melihat si penerima. satu-dua sentuhan,, keeping bola sempurna, daya tempur tanpa kompromi, umpan-umpan impossible,,
heemmm tentu saja sebagai seorang pecandu dan penikmat sepakbola bakal merindukan aksi-aksi si "pangeran jahe" di layar kaca setelah ia mengakhiri petualangan di rumput hijaunya sebagai pemain saat partai  perpisahan dirinya antara MU dan New York Cosmos dengan skor 6-0 dimana Paul mencetak gol pembuka.
terima kasih Paul Scholes untuk keteladananmu dalam bermain sepakbola dan menjalani kehidupan di luar lapangan, saya akan sangat merindukan si pendek no 18 berambut jahe dari old trafford.

nb: komen Sir A. Ferguson, saya rela kehilangan pemain-pemain seperti Beckham (C. Ronaldo juga mungkin) tapi tidak untuk Paul Scholes dan Ryan Giggs.

Jumat, 29 Juli 2011

Enjoy Your Ride

Terkadang kita merasa sulit untuk dapat menentukan waktu, dimana kapan kita bisa menikmati setiap saat yang berlalu dengan kegiatan-kegiatan favorit atau menghabiskan semua waktu yang kita punya dengan rutinitas kesibukan yang enggan untuk memberi celah pada jenis kegiatan baru.
Semua terasa otomatis, terus mengalir dan berulang-ulang, capek, jenuh, susah, senang, sendiri, kebersamaan, kewajiban, tuntutan nurani, kepuasan pribadi, sepertinya semuanya sama hanya karena terbungkus dalam kata "rutinitas", bukannya tidak mau keluar dari zona aman atau kasarnya nyaman, setiap ada yang berdenging "jalani saja" lantas apa perlu kita mengindahkan kata "berevolusilah".
Saya sendiri seperti tidak pernah sadar untuk berubah, atau memang saya memang tidak mau berubah, dalam artian berubah secara radikal. malas, indisipliner, kolot, inkonsisten seperti lembam bersemayam. Bagi saya berubah atau tidak berubah adalah sebuah pilihan, tidak perlu saya paksakan, setiap waktu yang berlalu berulang-ulang yang akhirnya membentuk sebuah rutinitas juga adalah sebuah pilihan bagi saya, karena saya terlalu "kolot" untuk berupaya melompat jauh kedepan, melewati beberapa hal yang "kalian" lihat tidak penting, karena dalam setiap perjalanan ini saya tidak mau melewatkan sejengkal pun jalan yang akan saya lewati hanya untuk melompat atau malah "menyidat jalan" agar bisa sedikit cepat dari kerumunan.
Karena saya percaya hanya dengan melewati semua jengkal jalan yang ditempuh, saya akan "matang" bila nanti telah mencapai tujuan.
#dari jepretan teman fb

nb: Tulisan pertama setelah sadar bahwa menulis itu tidak asal, karena tulisan asal=sampah
      Tapi masih tetap saja tulisan saya ini seperti sampah.
      Mencoba bantu buang sampah pada tempatnya, karena bantar gebang sudah penuh.